Welcome to Blog's Saka Wira Kartika Kabupaten Pekalongan */* Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Walfaidin Mohon Maaf Lahir & Batin

Kemah Kebangsaan 2010

Wednesday, August 3, 2011

Membantu Proyek “Leave No Trace”



Salah satu kegiatan menarik yang terdapat di arena Jambore Kepramukaan Sedunia ke-22 di Rinkaby, Swedia, adalah pameran dan lokakarya interaktif “Leave No Trace” (LNT). Ini adalah upaya dari Gerakan Kepramukaan Sedunia agar para peserta dan pengunjung jambore yang berlangsung dari 27 Juli sampai 8 Agustus 2011 itu lebih memahami bahwa semua kegiatan yang kita lakukan dapat menimbulkan dampak yang berpengaruh pada kelestarian alam dan lingkungan. LNT kini telah merupakan bagian penting dari “World Jamboree Conservation Program” yang diadakan di setiap kegiatan akbar empat tahun sekali itu.

Untung Ada Menpora

Ketika memberikan laporan kepada Presiden saat upacara pelepasan kontingen Gerakan Pramuka ke Jambore Kepramukaan Sedunia ke-22 di Swedia, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Kak Azrul Azwar menyinggung rencana penyelenggaraan “Indonesian Day” di arena jambore itu. “Sebenarnya kami mengharapkan kalau Menpora, Kak Andi Mallarangeng, dapat menjadi tuan rumah dalam acara itu,” ujar Kak Azrul kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka di halaman tengah Istana Negara, Jakarta, 22 Juli lalu.

Setelah Hari Ketiga di Jambore Dunia Swedia


Tiga hari segera berlalu, dalam tujuh hari berikutnya Pramuka di Jambore Dunia akan memiliki kesempatan besar untuk mengalami berbagai macam kesenangan yang berbeda dan kegiatan pendidikan di mana mereka dapat menemukan luasnya petualangan menjadi Pramuka.

Monday, August 1, 2011

Kontingen Pramuka Indonesia di Swedia Diminta Tetap di Perkemahan


Panitia Jambore Pramuka sedunia terus berkoordinasi dengan kepolisian Swedia terkait tragedi Norwegia. “Kami tidak yakin peristiwa di Norwegia mempengaruhi keselamatan Jambore,” demikian pernyataan pers panitia.

Sekali Lagi, Angklung dan Batik

Sekali lagi, angklung dan batik diperkenalkan kepada dunia. Kali ini, yang memperkenalkan adalah adik-adik Pramuka Penggalang dan Penegak yang berusia antara 14 sampai 17 tahun, peserta Jambore Kepramukaan Sedunia ke-22 di Rinkaby, Swedia, dari 27 Juli sampai 8 Agustus 2011. Mereka adalah bagian dari kontingen Gerakan Pramuka Indonesia yang terdiri dari 192 peserta dalam acara akbar kepramukaan sedunia empat tahun sekali itu.
javascript:void(0)