Welcome to Blog's Saka Wira Kartika Kabupaten Pekalongan */* Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Walfaidin Mohon Maaf Lahir & Batin

Kemah Kebangsaan 2010

Wednesday, June 8, 2011

Menteri Gusti Buka Seminar Lingkungan Pramuka Asia Pasifik


Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof Dr Gusti Muhammad Hatta hari ini (4/6) membuka International Seminar on Environment Education and Biodiversity yang diikuti 60 anggota pramuka dari 12 negara di Pusdiklatnas Gerakan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.


Pemerintah Indonesia, kata Gusti, menyambut baik kerjasama antar-
pramuka se Asia Pasifik. “Kementrian Lingkungan Hidup akan membantu Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia yang selama ini telah menerapkan pendidikan lingkungan bagi anggotanya,” katanya. Gusti akan mengutus salah satu deputi menteri bertemu dengan Kwartir Nasional untuk membahas program yang dapat dijalankan bersama-sama.

Pembukaan seminar dihadiri Direktur Regional Asia Pasifik Biro Pramuka Sedunia Abdullah Rasheed dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof.Dr.dr. Azrul Azwar. Nara sumber seminar yang berlangsung 4-7 Juni 2011 antara lain Abdullah Rasheed dengan materi Conceptual Input and Basic Reference.

Lalu Jatna Supriatna (Universitas Indonesia) membawakan materi Biodiversity and Conservation, Amanda Katili (Manajer The Climate Project Indonesia) dengan materi Youth and Climate Change, Lucy Mace (World Organization Scout Movement/WOSM) membawakan World Scout Environment Program and Badge dan Farouk Bouraoui (WOSM) dengan materi Environment Partnership.

Menurut Gusti Muhammad, lingkungan hidup menjadi isu global sehingga pemecahannya harus dilakukan antar-negara. Dalam hal pemanasan global dan perubahan iklim misalnya, telah ada konvensi dan perjanjian internasional.

Tahun 2007, Pulau Bali, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim. “Solusi mengatasi masalah lingkungan ini tidak bisa lagi dengan business as usual, harus buat terobosan,” kata Gusti Muhammad.

Scouts Movement merupakan organisasi pendidikan bagi anak-anak hingga remaja yang tersebar di seluruh dunia. Bapak Pandu Sedunia Lord Baden Powell menjelaskan kepramukaan merupakan kegiatan di alam terbuka, bukan di dalam kelas. Baden Powell selalu mengajak pramuka mendekatkan diri ke alam dan menyayangi hewan.

Cinta alam atau lingkungan merupakan salah satu darma atau janji anggota pramuka. Perilaku ini menjadi rujukan di dalam syarat kecakapan umum dan kecakapan khusus.

“Perilaku yang ramah lingkungan dari generasi muda jadi modal berharga suatu negara,” kata Gusti Muhammad. Dia senang Gerakan Pramuka telah menerapkan pendidikan lingkungan kepada pramuka siaga, penggalang, penegak dan pandega.

Oleh karena itu Menteri Lingkungan Hidup mengajak semua pihak  termasuk dunia usaha membantu program Gerakan Pramuka baik di pusat dan daerah. Redaksi kn, Untung Widyanto,  
TEMPO Interaktif


javascript:void(0)